RSS

Salahkah Jika Aku DIAM ?

          Mungkin aku adalah salah satu manusia yang tidak bisa berdiam diri ketika melihat sesuatu yang tak biasa bagi penglihatanku. Mungkin aku juga adalah salah satu manusia yang tidak bisa menyembunyikan perasaan ketika sedang bahagia, sedih, kecewa bahkan marah sekalipun. Aku termasuk manusia yang tempramen jika mendapati sesuatu yang tidak bisa aku terima. Aku akan merasa lebih baik ketika semua masalah yang menimpaku kubagikan kepada orang-orang disekitarku, entah meluapkan emosiku yang meledak atau berceloteh tanpa henti.
Tidak ada teman dan orang di sekeliling yang mengenaliku sebagai perempuan yang pendiam dan tak banyak bicara. Semua menilaiku sebagai perempuan yang "tidak bisa diam".

Perahu Kecil

Mengapa kita tak pernah berada di dunia yang sama
Berada di bantaran dalam satu sungai yang sama
Tanpa ada anak sungai lain mengaliri mengotori setiap warna sungai kita
Kamu selalu menganggap aku mengalir di anak sungai yang beda 


Kamu menganggap aku seperti tak pernah berdayung menuju ke hilir dimana kamu bersigap menatap langit dan berharap aku segara berlabuh
Sedangkan aku tahu kapan aku mendayung dan kapan aku harus berhenti
Kapan aku harus membenarkan posisi agar perahu kecil ini tak bergoyang dan menjatuhkanku ke kedalaman sungai yang entah seberapa dalam 

Kamu tahu?
Mungkin berjuta-juta partikel mengalir dengan bening dari mata air yang begitu suci
Tapi kebeningan itu akan sirna ketika kita mengalir ke hilir yang salah
bahkan setiba di ujung hilir
kamu seharusnya tahu akan ada samudera yang akan menyambutmu dengan ombak yang silih berganti menghentak
Membuatmu terombang ambing jika kamu berada dalam botol kosong dengan tutup yang begitu rapat
Seharusnya kamu mengerti langkah demi langkah yang sedang aku jajaki
dayung demi dayung yang aku gerakan perlahan
Agar sepotong kayu yang semakin rapuh ini tidak akan menjadi bongkahan bongkahan kayu yang tak berarti jika aku mematahkannya di waktu yang tidak tepat
Sebaiknya kamu berbalik badan
Berhenti menunggu di dermaga ketidakpastian
Lebih baik kamu berbalik badan pergilah menuju karang terjal yang sedang bermain dengan hentakan ombak
dan menelusuri filosofi yang terkandung diantara mereka berdua

Mencintai Keikhlasanku

Aku mencintai kedua bola mata yang tak pernah kulihat
Aku mencintai suara-suara tawa yang tak pernah kunikmati keindahan sudut bibirnya yang terangkat
Aku mencintai pundak yang tak pernah aku sentuh namun selalu menjadi tempat sandaran terbaik
Aku mencintai tubuh yang tak pernah aku rengkuh namun selalu membuatku terasa hangat
Aku mencintai tangan yang tak pernah aku genggam
Karena cinta tak harus bertemu
Karena cinta tak harus memilikimu

Dunia yang Sedang Kamu Kenali (Suara Cerita)

Ajari aku menggunakan pena
akan kutulis gemercik air udara dingin
kabut senja sampai daun gugur

Dunia yang sedang kamu kenali
Suatu ketika aku mengijinkanmu masuk ke dalam duniaku
karena apa aku tidak tahu duniaku yg terjal penuh liku
banyak jurang banyak badai
sering hujan sering gersang

METAFORAKU

Aku adalah Ilalang dan kamu adalah Angin
Tanpa kusadari ternyata tanganku tak bertumpu
Kau membuatku menari menikmati senja
Sedang tanpa kusadari
Semakin kau membawaku terbang
Kau semakin membuatku hilang