RSS
Showing posts with label #Puisi. Show all posts
Showing posts with label #Puisi. Show all posts

METAFORAKU

Aku adalah Ilalang dan kamu adalah Angin
Tanpa kusadari ternyata tanganku tak bertumpu
Kau membuatku menari menikmati senja
Sedang tanpa kusadari
Semakin kau membawaku terbang
Kau semakin membuatku hilang

Bolehkah Kumerindu?

Langit!
Masih setiakah kau disana
dengan biru dan hitamnya rasa
Angin!
Masih sediakah kau
menjadi penyampai rasa
Bulan!
Masihkah sinarmu ada
Dan jangan biarkan rasa ini redup
menutupi kerinduan
Semoga hujan tak hadir diantara kita
yang membuat kerinduan menjadi badai
Badai!
Jangan biarkan rasa ini menghentak
mengotori setiap kesucian yang tersirat
Jika kerinduan adalah badai
Bolehkah Kumerindu?

Rindu Dikala Senja Tiba (Kehabisan Waktu)


Jingga kini berganti menjadi pekat, 
Awan hitam telah tiba
Hanya ada satu titik cahaya, 
Namun sungguh cahaya itu tak mampu
Membuatku berpandang
Andai aku mampu berlari mengejarnya, 
Kan kugenggam tanpa kulepas kembali
Dan kembali, kenyataan membuatku tak mampu meraih
Engkau bagaikan bintang dan aku hanya angin malam yang bimbang
Merenung ingin meraihmu
Semakin kutelak, Semakin kau hilang
Aku merindukanmu
Haruskah kita terdiam sampai kita benar-benar
Kehabisan Waktu untuk bisa bersatu” ~

Ketika Hati di Ambang Srimanganti

Kala senja . . .
Saat sang biru dan jingga berpadu
Ketika hanya air mata yang mampu bersabda
menerka lir burung pelatuk yang menari tingkar nadir
Silu tak mampu menghalau teja yang semakin hilang
Menghadirkan halau mentua melecap ranting yang tlah lama meringkai

Penaka gandrung yang justru membuatku gerun
Menghadirkan syubat di batas srimanganti yang seharusnya kita lalui

Haruskah mahabah ini merabas menjadi sebuah masyakah ?
Hanya telimpuh dalam peraduan
Telimpuh kepada-Mu Ya Rabb hatta awamatra

Ketika hati di ambang srimanganti
Meringkai walau mata t'lah menggerimis


‪#‎senja‬ ‪#‎biru‬ ‪#‎jingga‬ ‪#‎birujingga‬ ‪#‎puisiku‬ ‪#‎puisi‬ ‪#‎JPIN‬ ‪#‎story‬ ‪#‎storyonfriday‬ ‪#‎night‬

Peluh ~

Saat peluh merasuk kalbu 

Melayang hati tak mau berucap 

 Hanya sayatan dan hujatan yang berpihak pada setiap heulaan napas yang berhembus

Entah ribuan kata apa yang harus kutulis jika hanya air mata yang bersahabat 

Tidakkah hidup ini bagaikan seekor itik berpelik memeluk sang induk 

Tidakkah posisiku saat ini bagai perahu kertas terombang ambing dalam samudra lepas 

Kemana kuberlari? 

Bagaimana kubisa tertahan dikala badai pun menggebrak lautan? 

Bagaimana kubisa terdiam dikala guntur menggelgar kilatan petir membelah bumi? 

Tuhan.. kupasrahkan segalanya O:-)

Puisi Laguku

Ku goreskan Puisi inspirasi untukmu,
sosok yg selalu aku kagumi di setiap kisah Dan perjalanan hidupnya:
"Kau LEBiH DARI BINTANG yg menerangi kegelapan,
KAU PUISI di setiap bait kehidupanku,
Kau CAHAYA CINTA SEJATI ku,
Kau BUNGA di taman penantianku,
di setiap WAKTU,
RASA BIRU YANG TAK TERLUPAKAN ini akan selalu ada,
walau aku harus BERNAPAS TANPA MU
tapi PERCAYAKAN padaku
bahwa BAHAGIA UNTUKMU itu yg ku mau ,
DAN LAGI harus ku katakan
pada DEWI CINTA
TAK KAN ADA yg menggantikanmu di JANTUNG HATIKU,
karena aku selalu menyayangimu DENGAN HATI ku :')  

for the LAST TIME, 
If you want me to say GOOD BYE, 
But HEAR ME NOW ! 
OU ARE A DRUG when I fall and BROKEN, 
So, please STAY CLOSE, DON'T GO ! :'("  


Inspired by the Songs Bondan Prakoso, LYLA & Secondhand Serenade (´⌣`ʃƪ)
Missing You my broooh :*
Created By Ayue_Rhie