RSS

Sebab Aku Angin (Helvy TR)

    Malam mengelam. Mendekap Batu Merah dengan segala kegalauan. Gerimis turun menyapa sunyi. Mengencerkan cecerandarah, di sepanjang jalan. Mengusir asap kepedihan yang mengepul, dari bangunan yang telah menjadi arang.
Kupandangi nona di hadapanku sekali lagi. Wajah hitam manisnya menyembul dari balik jendela kayu yang terbuka. Ia tampak lusuh. Jilbabnya kumal berdebu, compang-camping dan terkena percikan darah di sana-sini. Meski lelah, wajah keras itu tak juga berubah. Beku. Kaku. Sebilah tombak ada dalam genggamannya. Senjata itu dijulurkannya keluar jendela, lalu berkali-kali dihunjamkannya ke tanah.
"Cinta, menangislah," kataku dengan suara risau mendesau.
Perempuan itu menatap puing-puing bangunan masjid, di seberang kami.
Lama sekali."Beta seng bisa manangis,"suaranya bergetar, rahangnya mengeras.

Rindu Dikala Senja Tiba (Kehabisan Waktu)


Jingga kini berganti menjadi pekat, 
Awan hitam telah tiba
Hanya ada satu titik cahaya, 
Namun sungguh cahaya itu tak mampu
Membuatku berpandang
Andai aku mampu berlari mengejarnya, 
Kan kugenggam tanpa kulepas kembali
Dan kembali, kenyataan membuatku tak mampu meraih
Engkau bagaikan bintang dan aku hanya angin malam yang bimbang
Merenung ingin meraihmu
Semakin kutelak, Semakin kau hilang
Aku merindukanmu
Haruskah kita terdiam sampai kita benar-benar
Kehabisan Waktu untuk bisa bersatu” ~

Kehabisan Waktu


“Aku cemburu pada Sang Biru yang selalu bertemu dengan Sang Jingga setiap senja, walau hitam pekat akan memisahkan mereka, namun sekali lagi mereka akan bertemu seterusnya. Sedangkan aku menunggumu seperti menunggu pelangi saat hujan.. namun hujan itu tak kunjung menderai.. bahkan menggerimispun tak pernah... bahkan sebatang pohon bisa saja mati jika hujan tak pernah datang menyirami, apa jadinya aku hanya seorang manusia yang menantimu entah sampai kapan kau kembali...” Feby Rizky ~
“Kenapa manusia takut kehilangan? Padahal dirinya sendiripun akan hilang, maka aku biarkan semuanya berlalu perlahan, biarkan Tuhan mengatur sekreanio-Nya meskipun aku harus menunggu...” Indra Perdana Sinaga ~

Ketika Hati di Ambang Srimanganti

Kala senja . . .
Saat sang biru dan jingga berpadu
Ketika hanya air mata yang mampu bersabda
menerka lir burung pelatuk yang menari tingkar nadir
Silu tak mampu menghalau teja yang semakin hilang
Menghadirkan halau mentua melecap ranting yang tlah lama meringkai

Penaka gandrung yang justru membuatku gerun
Menghadirkan syubat di batas srimanganti yang seharusnya kita lalui

Haruskah mahabah ini merabas menjadi sebuah masyakah ?
Hanya telimpuh dalam peraduan
Telimpuh kepada-Mu Ya Rabb hatta awamatra

Ketika hati di ambang srimanganti
Meringkai walau mata t'lah menggerimis


‪#‎senja‬ ‪#‎biru‬ ‪#‎jingga‬ ‪#‎birujingga‬ ‪#‎puisiku‬ ‪#‎puisi‬ ‪#‎JPIN‬ ‪#‎story‬ ‪#‎storyonfriday‬ ‪#‎night‬

Arti Sephiana

Dharma.. Dharma.. tolongin aku.. aku mau kamu cari buku itu sampai dapat...” Suara samar terdengar saat pelajaran sedang berlangsung, membuat punggung leherku terasa dingin. Kulihat bulu-bulu di tanganku mulai berdiri. Kuedarkan pandanganku di dalam ruangan kelas, semua siswa sedang berusaha konsentrasi mengerjakan tugas dari guru. Aku lihat Indra dan Dennis sedang diskusi.
“Dhar, kenapa lo? Tanya Fare yang menyadariku terlihat gelisah. Aku hanya menggeleng menjawabnya. Sekilas seperti seorang perempuan melintas di depan pintu kelas yang sedikit terbuka. Napasku mulai terengah.
“Ahh..!!” Aku teriak terkejut melihat ada seseorang duduk dilantai dekat meja guru dengan melipat lututnya.
“Dharma! Ada apa?” Teriak Bu Elis menyadarkanku.
“Nggak ada apa-apa, Bu”
“Ibu lihat dari tadi kamu gelisah dan tidak konsentrasi mengikuti kelas, kamu sakit?”
“Sakit hati kali bu” Teriak Difin membuat seisi kelas tertawa. Aku geram menatapnya. Akhir-akhir ini aku sering mengalami kejadian aneh. Mimpi buruk. Bahkan selalu dihantui bayangan-bayangan yang tidak jelas asal usulnya. Kadang aku tidak tidur semalaman. Lebih sering aku tidur diperpustakaan saat istirahat hingga Indra dan teman-teman lainnya membangunkan karena mendapatiku tidak ada di kelas.

^^^